KOMIK WAYANG RA KOSASIH PDF

ABOUT US Kami adalah pencinta benda-benda yang telah dilalui masa, dan menjadikannya sebagai kesenangan dan berbagi cerita sekaligus berniaga. Semua benda yang ditampilkan akan ditawarkan kepada Anda dengan keterangan yang sebenarnya mengenai kondisi benda tersebut, semaksimal kemampuan kami menganalisa. Kami juga menerima masukan dan revisi jika ada kata, pendapat dan keterangan yang salah atau tidak pada tempatnya. Pembenaran Anda adalah guru bagi kami.

Author:Vijas Akinolrajas
Country:Lithuania
Language:English (Spanish)
Genre:Life
Published (Last):24 August 2019
Pages:456
PDF File Size:20.58 Mb
ePub File Size:9.13 Mb
ISBN:456-4-25919-456-8
Downloads:96639
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Togrel



Selamat membaca. Dari lintasan sejarah komik kita, terdapat sejumlah nama yang layak digelari maestro. Di antaranya komikus legendaris RA Kosasih. Dialah maestro dan pelopor komik wayang kita.

Raden Ahmad Kosasih dilahirkan di Bogor, 4 April , dan wafat di Ciputat, Tangerang, 24 Juli , dalam usia 93 tahun, meninggalkan warisan karya-karya besar yang telah menjadi klasik dalam khazanah komik Indonesia.

Dalam sejarah komik nasional, RA Kosasih adalah komikus pertama yang menerbitkan komik sebagai buku utuh melalui kisah fantasi Sri Asih , perempuan superhero berkostum penari Sunda yang sakti dan bisa terbang. Karakter ini diakuinya terinspirasi tokoh komik Wonder Woman karya William Marston.

Kemudian, penerbitan buku komik itu diikuti oleh John Lo melalui Nina Putri Rimba pada tahun yang sama. Setelahnya, bom komik sebagai komoditas pun meledak seiring dengan munculnya buku-buku komik karya para komikus lain. Selain itu, RA Kosasih dikenal luas oleh khalayak karena mampu menyadur karya sastra adiluhung semacam epos Mahabharata dan Ramayana menjadi komik yang merakyat. Di tangannya kisah pewayangan berhasil divisualisasikan dalam bentuk cerita bergambar yang memikat.

Komik wayang yang bercirikan budaya kita dengan ajaran moral yang dibungkus kisah menarik seperti yang dirintis oleh RA Kosasih menjadi terobosan kreatif untuk melawan stigmatisasi itu. Saya tergerak untuk membuat komik cerita rakyat yang berisi pesan moral. Hingga akhirnya saya mencoba membuat komik wayang Burisrawa Merindukan Bulan. Judul itu laku keras dan penerbit Melodie Bandung meminta saya membuat komik wayang cerita panjang dan berseri. Ia berusaha tetap setia dengan pakem cerita asli, tidak mencampurnya dengan kisah wayang purwa Jawa -yang kemudian versi komiknya digarap oleh S Ardisoma.

Misalnya, tidak ada tokoh punakawan dalam komik Mahabharata gubahannya. Namun, dia tetap berusaha membumikan kisah berlatar budaya Hindu-India itu dengan norma budaya kita. Satu contoh, dia mengubah Drupadi yang bersuami kelima Pandawa dalam kisah asli menjadi hanya sebagai istri Yudhistira, sulung Pandawa. Untuk penggambaran tokoh-tokohnya, dia mengambil referensi dari wayang golek dan wayang orang. Ini terutama terkait detail tata busana semacam mahkota, sumping hiasan telinga yang berukir , kelat bahu, kain batik, dan selendang sampur serupa penari yang menyiratkan citarasa tradisi lokal.

Visualisasi semacam ini lalu menjadi patokan bagi para komikus wayang setelahnya. Hasilnya, serial Mahabharata dalam 40 jilid terbit antara dan yang masing-masing tersusun dari 42 halaman dengan episode pertama berjudul Leluhur Pandawa menjadi komik superlaris dan berhasil mengubah citra komik dari barang picisan menjadi bacaan mendidik yang disukai. Keberhasilan komik wayang Keberhasilan komik wayangnya yang terjual hingga Ini juga berdampak secara finansial dan membuatnya memutuskan berhenti dari pekerjaannya sebagai juru gambar di Balai Pertanian Bogor demi menekuni profesi komikus.

Penghargaan terhadap komik pada masa itu terbilang lumayan. Waktu itu gaji saya Rp tahun an. Beras masih seperak setengah liter.

Kalau tidak salah, dari membuat komik, saya dapat sekitar lima kali lipatnya. Itu mula-mula. Setelah itu dinaikkan sampai dapat Rp 4. Keberhasilan generasi awal komik wayang era RA Kosasih itu begitu luar biasa.

Selanjutnya, bermunculan nama-nama kreator komik lain dari berbagai kota di Indonesia. Tak hanya di Bandung, tempat awal terbitnya genre komik ini, tetapi juga menyebar ke kota-kota lain. Komik wayang telah menjadi hasil budaya khas Indonesia yang berhasil memopulerkan nilai-nilai filosofis, ajaran moral, serta keindahan cerita pewayangan, sekaligus merupakan sumbangan berharga Indonesia bagi dunia. Namanya diabadikan sebagai penghargaan komik nasional, Kosasih Award, yang diberikan pertama kali pada Sedikitnya ada buku komik yang pernah dibuat RA Kosasih semasa hidupnya, meliputi beragam genre: superhero, komik wayang, folklor, fiksi ilmiah, roman percintaan, cerita silat, dan kisah petualangan.

Dia juga pernah membuat komik roman semacam Kisah di Balik Iklan Usia tua membuat RA Kosasih terpaksa benar-benar berhenti berkarya sejak hingga akhir hayatnya. Namun, serial komik wayang gubahannya yang legendaris dan menjadi inspirasi para komikus terkemuka dari generasi setelahnya, terus dicetak ulang hingga kini oleh penerbit Erlina dulu bernama Maranatha , Bandung.

Saya beruntung karena memiliki orangtua yang tak melarang saya membaca komik, malah mendorong saya banyak membaca. Ibu saya penggemar komik dan penyuka bacaan yang kerap membacakan cerita semasa saya kecil. Sementara itu, bapak saya, walau bukan pembaca komik, mau memahami kegemaran anaknya terhadap bacaan dan sesekali mengabulkan permintaan saya untuk membelikan komik. Pada masa kecil saya di Bandung awal an, saya kerap membeli komik, baik baru maupun bekas, di bursa buku Palasari dari tabungan yang saya sisihkan dari uang jajan harian dan penghasilan yang saya dapat dari menyewakan koleksi komik saya kepada teman-teman.

Sebelum terbakar dan digusur lebih ke depan, bagian atas Pasar Palasari Bandung adalah surga bagi para penggemar komik. Namun, jika saya berulang tahun, saya boleh memilih komik baru mana pun yang saya sukai di Toko Buku Maranatha di Jalan Ciateul kini Jalan Inggit Garnasih sebagai hadiah istimewa dari orangtua.

Tonggak historis Maranatha didirikan pada di kawasan Kopo oleh Markus Hadi dan istrinya, Erlina. Saat beralih ke Ciateul pada , Maranatha adalah salah satu tonggak historis di balik zaman keemasan komik Indonesia pada hingga an ketika komik lokal menjadi kegemaran tua-muda di mana-mana. Pada masa itu, Bandung menjadi kiblat komik Indonesia dan Maranatha adalah penerbit, percetakan, distributor, serta toko buku terdepan di antara penerbit komik lain seperti Melodie dan Cosmos yang pernah berjaya di kawasan Jalan ABC Bandung hingga an.

Kini Erlina 77 tahun , ibu empat anak, meneruskan usaha suaminya yang meninggal dunia pada Maranatha pernah terpuruk dan vakum sejenak. Ketika Markus sakit berat dan kemudian meninggal dunia, anak-anaknya tak ada yang bersedia meneruskan usaha ini. Namun, perlahan Maranatha mulai aktif kembali menerbitkan komik walau hanya berupa cetak ulang naskah lama.

Kini, penerbit Maranatha yang berganti nama menjadi penerbit Erlina masih menyuplai komik-komiknya ke berbagai kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar. Toko Buku Maranatha kini hanya berupa toko kecil yang juga menjual alat-alat tulis dan melayani jasa fotokopi.

Namun, toko sederhana ini besar artinya bagi dunia komik Indonesia. Sehari-hari Erlina kini menunggui toko bersejarah itu ditemani cucu perempuannya, Benita 18 , mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Parahyangan.

Kebetulan ada yang masih suka mencari komik ke sini. Kondisi ini berbeda jauh dengan masa jaya komik Indonesia pada an. Menurut Erlina, saat itu Maranatha sanggup setidaknya menerbitkan satu judul komik setiap hari.

Para pedagang komik pun antre mengambil komik ke tokonya setiap hari. Para pembeli ramai berdatangan. Sejumlah komik lawas sisa masa lalu juga tersedia.

Barang langka Komik-komik lama yang pernah berjaya pada masa lalu dan terjual hingga puluhan ribu eksemplar setiap judulnya seperti serial Si Buta dari Gua Hantu atau serial fantasi Gundala kini menjadi barang langka yang menjadi incaran para kolektor. Akibatnya, harganya melambung tinggi di pasaran. Komik bekas cetakan pertama yang masih mulus kondisinya bisa dihargai hingga Rp Maka, tak heran jika komik lawas Wori Pendekar Bumerang serial Jaka Sembung karya Djair terbitan an yang terdiri atas delapan jilid bisa dihargai hingga Rp Sebagian pedagang buku online memanfaatkan peluang pasar itu.

Dia juga berjualan secara online dan menyediakan edisi fotokopi komik-komik lawas berbagai jenis, termasuk karya langka Taguan Hardjo, Kwik Ing Hoo, dan Teguh Santosa yang dibanderolnya seharga Rp Mereka bersatu di bawah panji studio Bumi Langit pimpinan kolektor komik Andi Wijaya untuk berkarya membuat komik strip yang dipublikasikan secara bersambung di harian Kompas. Sebagian karya lama mereka ditusir dan diterbitkan ulang.

Man bahkan muncul dengan karya-karya baru berformat novel grafis seperti Roseta yang berlatar Batavia abad ke dan Dia Bermunculan pula buku komik berformat omnibus kumpulan cerita seperti Cinta Itu Buta karya Gerdi WK yang mengangkat tema cinta dalam beragam cerita bergambar, termasuk tafsir ulang terhadap cerita rakyat Malin Kundang yang mengisahkan dahsyatnya cinta seorang ibu. Komik Indonesia telah mengalami pasang surut dari masa ke masa dalam sekitar 80 tahun sejarahnya.

Komik lawas kini menjadi barang langka yang kerap dirindukan para penggemarnya sebagai sarana nostalgia dan investasi berharga. Sementara, generasi komikus mutakhir terus bermunculan dengan karya-karya baru yang segar dan mencerminkan semangat zamannya. Namun, satu hal, perjalanan sejarah komik Indonesia tak bisa dilepaskan dari peran penting kota Bandung dan Toko Buku Maranatha.

Komik ini digubah berdasarkan cerita rakyat Sumatra Utara. Pada awal an, salah satu pionir komik bernama Abdulsalam menerbitkan komik strip heroik di harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta. Komik ini dibukukan pada Sementara itu, RA Kosasih yang kelak dikenal sebagai pelopor komik wayang menerbitkan komik fantasi Sri Asih pada Para pengamat komik berpendapat bahwa kedua karya inilah buku komik pertama karya komikus Indonesia.

Masa setelahnya, pertengahan an, diwarnai komik revolusi dan perjuangan. Lalu, era akhir an setelah peristiwa G 30 S hingga awal an, ditandai dengan komik-komik romansa, cerita silat, dan superhero dengan tokoh-tokohnya antara lain Jan Mintaraga terutama dengan komik percintaan dan cerita silat , Teguh Santosa salah satu adikaryanya adalah trilogi komik berlatar sejarah Sandhora , Ganes Th dianggap sebagai pionir komik silat terutama melalui serial Si Buta dari Gua Hantu , Djair Warni komikus pencipta Jaka Sembung yang bisa dibilang serial epos terpanjang bertema nasionalisme , Man serial silat Mandala , Hans Jaladara komik silat Panji Tengkorak , Wid NS komik superhero serial Godam , Hasmi serial Gundala Putra Petir , dan Kus Bram komikus asal Bandung yang tenar melalui serial fantasi Labah-labah Merah dan Kapten Nusantara.

Ada pula komik humor dengan tokoh punakawan Petruk dan Gareng dengan latar kekinian. Marak pula komik anak-anak dengan kisah yang disadur dari karya HC Andersen. Masa ini, terutama an hingga awal an, bisa dibilang puncak zaman keemasan komik Indonesia yang ditandai dengan menyebarnya persewaan komik dan taman bacaan yang merambah hingga ke kota-kota kecil, bahkan gang-gang sempit.

Kiblat komik saat itu adalah Bandung dengan ikonnya penerbit Maranatha yang menjadi salah satu penerbit komik terbesar dan keberadaan Bursa Buku Palasari yang menjadi salah satu pusat distribusi komik terbesar di Indonesia. Masa surut dan peralihan generasi Namun, pada akhir an dunia komik Indonesia mengalami kelesuan. Minat masyarakat yang sebelumnya amat tinggi terhadap komik mulai menurun.

Ini diperparah dengan serbuan komik impor, terutama manga Jepang, sejak awal an. Generasi komikus Indonesia an berkreasi di tengah lesunya komik Indonesia. Ditandai dengan dimulainya kebebasan informasi lewat internet, para komikus muda menggeliat dengan berupaya mengeksplorasi gaya masing-masing dengan mengacu pada karya-karya luar negeri yang lebih mudah diakses. Ada dua aliran utama yang mendominasi komik modern Indonesia kala itu, yaitu Amerika lebih dikenal dengan comics dan Jepang dengan gaya manga.

Di era ini muncul pula komik digital. Selain itu, ada gerakan revitalisasi komik lawas dengan penerbitan ulang karya para maestro masa lalu. Diawali dengan semangat untuk melawan hegemoni komik-komik dari luar Indonesia, muncullah komik-komik independen dengan ciri mencoba tampil beda serta mengembangkan gaya gambar lebih variatif dan eksperimental.

Banyak komikus indie independen mengandalkan mesin fotokopi untuk penggandaan karya-karya mereka. Wajah komik Indonesia mutakhir Periode sekitar sampai saat ini adalah masa ketika pasar komik di Indonesia memunculkan komik anak-anak, komik religi, serta integrasi komik ke dalam jejaring sosial.

GALLOP SQUIDS FILETYPE PDF

RA Kosasih: Mahabharata

Selamat membaca. Dari lintasan sejarah komik kita, terdapat sejumlah nama yang layak digelari maestro. Di antaranya komikus legendaris RA Kosasih. Dialah maestro dan pelopor komik wayang kita. Raden Ahmad Kosasih dilahirkan di Bogor, 4 April , dan wafat di Ciputat, Tangerang, 24 Juli , dalam usia 93 tahun, meninggalkan warisan karya-karya besar yang telah menjadi klasik dalam khazanah komik Indonesia.

FORMATO CLEM-01 EDITABLE PDF

Mencari Komik Wayang RA Kosasih

Tahun setelah mengikuti seleksi yang sangat berat saya terpilih sebagai salah seorang pelajar teladan tingkat SD di sebuah kotamadya di Jawa Timur. Keberuntungan saya bertambah, karena di tahun yang sama ada perayaan besar-besaran 40 tahun Indonesia Merdeka dan di bulan Agustus itu seluruh pelajar teladan dari seluruh tingkat dan seluruh kotamadya dan kabupaten diundang ke Jakarta untuk mengikuti karyawisata di sana sebagai salah satu agenda perayaan 40 tahun Indonesia Merdeka. Nah, dalam momen inilah saya sebagai salah seorang pelajar dari kampung yang tidak terkenal bisa bertemu dengan pelajar-pelajar teladan dari kota lain. Dalam sebuah kunjungan ke Pasar Seni Ancol, saya melihat beberapa pelajar teladan yang tampaknya memiliki uang saku besar memborong beberapa buku komik wayang karya RA Kosasih. Sebagai anak kampung, wayang tentu menjadi favorit saya.

DEGENERACION MACULAR SENIL PDF

Komik Wayang RA.Kosasih Prabu Udrayana

.

EASYSCRIPT SPEED WRITING PDF

Komik Mahabharata

.

Related Articles