GERAKAN ISLAM TRANSNASIONAL PDF

Meski Indonesia bukan negara yang berideologikan Islam, namun populasi Islam yang semakin berjaya di Indonesia membuat muslim Indonesia menjadi sasaran empuk bagi para aktivis gerakan - gerakan Islam dari luar Indonesia untuk mengkampanyekan gerakan mereka agar menjadi gerakan besar di Indonesia. Sejak Indonesia merdeka, sebenarnya telah banyak gerakan - gerakan Islam transnasional yang telah berhasil tumbuh dan berkembang di negeri ini. Gerakan Islam transnasional umumnya memiliki ciri ideologi yang tidak lagi bertumpu pada konsep kenegaraan state-nation , melainkan cenderung fokus pada konsep ideologi untuk kemaslahatan umat. Kemudian gerakan ini didominasi oleh corak pemikiran skripturalis fundamentalisme atau radikal dan terkadang secara parsial mengadaptasi gagasan dan instrumen modern. Apakah Anda sedang mencari beberapa gerakan Islam dan ingin serius menekuninya? Berikut beberapa daftar gerakan Islam Transnasional di Indonesia yang saya kutip dari beberapa sumber.

Author:Kajilrajas Fezahn
Country:Gabon
Language:English (Spanish)
Genre:Travel
Published (Last):9 February 2008
Pages:443
PDF File Size:1.82 Mb
ePub File Size:9.16 Mb
ISBN:700-1-53417-681-8
Downloads:59325
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Akinoshakar



Beliau menyelesaikan studinya di Universitas Darul Ulum di Mesir pada dan menjadi seorang guru pada era kolonialisasi Inggris yang mengawali terbentuknya upaya untuk membentuk gerakan yang menentang westernisasi yang kemudian dinamakan Ikhwanul Muslimin. Adapun jaringan gerakan IM dapat terlihat seperti dalam gambar berikut2. VI, No. Perbaikan terhadap diri sendiri dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah swt, menambah wawasan untuk urusan dunia dan akhirat.

Membentuk keluarga yang islami yakni dengan mendidik istri dan anak- anak, membiasakan dan membimbing setiap anggota keluarga agar menegakkan prinsip-prinsip Islam. Melakukan bimbingan terhadap masyarakat dengan menyebarkan dakwah, mengajarkan kebaikan, memberikan pemahaman terhadap Islam secara berkelanjutan. Membebaskan tanah air negara dari kekuasaan penguasa asing dari segala bidang seperti politik, ekonomi dan moral.

Memperbaiki keadaan pemerintah agar tidak menzhalimi rakyat dan menunaikan kewajiban-kewajibannya dan menerapkan hukum-hukum dan ajaran Islam.

Berusaha menegakkan kembali kekhalifan yang menyatukan seluruh umat muslim di dunia dengan menegakkan syariah dengan jalan dakwah. Gerakan Ikhwanul Muslimin merupakan gerakan yang mengajak masyarakat untuk kembali pada Islam yang sesungguhnya sebagaimana pandangan yang berusaha untuk dihidupkan oleh gerakan islam lainnya yakni Salafi akan tetapi yang membedakannya adalah gerakan Ikhwanul Muslimin lebih banyak terlibat secara langsung dengan masyarakat dengan melibatkan diri dalam permasalahan sosial yang sedang dihadapi oleh masyarakat dan membantu untuk mencari solusi dengan dakwah dan pendidikan yang diiringi juga dengan membentuk pandangan aktif masyarakat dalam memandang pemerintahan negara yang ditujukan agar masyarakat secara umum dapat terjangkau seluruhnya dan tidak terkesan eksklusif.

Gerakan Ikhwanul Muslimin bermaksud untuk menentang segala upaya penjajahan yang dilakukan oleh nilai-nilai, ide-ide serta pandangan yang tidak sesuai dengan Islam tidak hanya di Mesir namun juga di berbagai bagian negara lainnya yang saat ini justru terpecah belah dengan adanya ajaran dan paham di luar Islam tersebut dan menginginkan adanya persatuan yang terjadi di tengah- 4 tengah masyarakat dengan membentuk akidah yang satu yakni Islam sebagai agar segala permasalahan yang dihadapi oleh seluruh umat dapat dicari solusinya dengan adanya asas keadilan yang diterapkan oleh Islam kepada masyarakat minoritas dan non-muslim sebagaimana yang disampaikan oleh Allah swt melalui kitab dan para Nabi-Nya.

Saat ini arus gerakan IM terbagi menjadi dua yakni IM Tarbiyah yang menekankan pada pembinaan dalam membentuk pemahaman terhadap Islam secara utuh dan IM Jihadis yang tidak hanya menekankan menekankan pada pemahaman secara ideologis saja namun juga menekankan pada pengimplementasian Islam dalam kehidupan meski harus ditempuh dengan penerapan cara-cara yang sifatnya keras5.

Upaya untuk mengajak masyarakat untuk kembali pada nilai-nilai keislaman dilakukan dengan jalan dakwah oleh para aktivis ikhwanul muslimin yang sebelumnya telah dilatih dan dididik sehingga memiliki wawasan dalam hal ideologi, akhlak, sosial dan politik yang dimulai dengan dakwah terhadap diri sendiri, keluarga dan kemudian kepada masyarakat secara umum yang dilakukan dengan rasa bersungguh-sungguh, ikhlas dan bersabar. Hal tersebut diharapkan mampu membentuk umat yang satu dan mencari sitem kemasyarakatan yang dapat memberikan kehidudapan yang sejahtera bagi masyarakat secara keseuruhan hanya dengan menjadikan Islam sebagai tumpuannya dan memetik manfaat kebaikan dari ajaran-ajaran Islam.

Gerakan Ikhwanul Muslimin menekankan pada perbaikan moral dan perbuatan baik dan IM kemudian dalam perkembangannya merambah pada bidang politik untuk mewujudkan tujuan mendirikan Daulah Islamiyah dengan mengikuti pemilihan umum untuk pertama kalinya pada di Mesir. Upaya untuk terjun dalam politik juga semakin diperkuat ketika negara dianggap sudah terkontaminasi oleh paham-paham Barat terutama di era Hosni Mubarak yang sekuler, yang tidak sesuai dengan Al-Quran dan Hadis dengan dibentuknya Justice and Freedom Party JFP yang kemudian mendayung keberhasilannya dengan kemenangannya dalam kursi parlemen dengan naiknya Muhammad Mursi 5 BIN.

IM mendapatkan pembredelan, pembekuan gerakan dan penangkapan terhadap para aktivisnya karena dianggap mengancam stabilitas negara.

IM di Indonesia disinyalir masih berhubungan dengan salah satu partai politik yang berada di Indonesia yang berdiri pada tahun dan masih eksis hingga sekarang yang bernama Partai Keadilan Sejahtera yang para pendirinya merupakan tokoh Ikhwanul Muslimin8. PKS sendiri sebelum terbentuk seperti sekarang merupakan pergerakan dakwah islam yang diprakarsai oleh Mohammad Natsir melalui Masyumi yang melakukan pergerakan hingga dalam perguruan tinggi yang kemudian berkembang menjadi Jamaah Tarbiyah9.

Pergerakan inipun sempat redup dan berkembang pada saat pemerintahan rezim Orde Baru yang pada saat itu sempat anti dan kemudian menggandeng kembali pergerakan islam terutama partai politik sebagai alat politik dalam upaya melanggengkan kekuasaan dan mengembalikan kepercayaan publik atau masyarakat.

Sehingga apabila gerakan Ikhwanul Muslimin semakin besar dan berkembang di Indonesia maka bisa jadi gerakannya dapat mengancam keutuhan NKRI, terlebih dengan adanya tujuan Ikhwanul Muslimin yang menginginkan adanya negara Islam.

Apabila gerakan ini berhasil menduduki pemerintahan dan merubah sistem secara keseluruhan maka tidak menutup kesempatan bagi kalangan minoritas agama serta idelogi lainnya seperti sekularis, liberalis dan lainnya untuk melakukan gerakan hal yang serupa dan hal itu akan berdampak pada keamaan internal negara secara keseluruhan dan mengundang intervensi negara lain akibat dari konflik yang ditimbulkan sebagaimana yang telah terjadi di negara Mesir dengan adanya Arab Spring yang dimulai dari suatu gerakan revolusi di negara Tunisia Namun sejauh ini, gerakan Ikhwanul Muslimin merupakan salah satu gerakan yang melakukan aksinya dengan melakukan dakwah dan menyebarkan ajaran serta ideologi dengan secara damai karena kembali lagi pada ajaran Ikhwanul Muslimin yang digagas Al Banna bahwa untuk melakukan sebuah gerakan revolusi, harus disertai dengan pertimbangan secara matang akan dampak yang ditimbulkan Sehingga gerakan ini belum dapat dikatakan sebagai gerakan yang dapat mengancam keutuhan NKRI karena tidak terdapat upaya melakukan tindakan makar maupun tindak kekerasan yang mengarah kepada karakteristik tindak terorisme, seperti penggunaan bom sebagai alat teror dan penggunaan kekerasan Ketiadaan ancaman dari gerakan ini juga didukung oleh adanya kegagalan dalam pengadopsian gerakan Ikhwanul Muslimin yang berasal dari negara Mesir.

Sebenarnya, IM sendiri merupakan gerakan yang damai hanya saja dengan kekhawatiran pihak-pihak Barat dengan kepentingan-kepentingan yang pada saat itu yang kemudian menyebabkan tekanan dari rezim penguasa dalam 10 Agastya ABM. Kegagalan IM di Indonesia juga dilatarbelakangi oleh pergerakan partai politik PKS yang tidak sama seperti FJP yang dapat menguasai kursi pemerintahan dan menerapkan Islam sebagai landasan bernegara dalam realitasnya.

Hal tersebut juga didorong oleh adanya heterogenitas masyarakat Indonesia yang begitu dominan dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya. Pergerakan PKS juga diwarnai oleh sejumlah anggota yang tersandung permasalahan korupsi dan keberadaan pemeluk agama di Indonesia yang masih erat dengan kebudayaan lokal yang mendarah daging Faktor-faktor tersebut kemudian menjadikan PKS sulit berkembang sebagaimana halnya partai FJP dengan ideologi Ikhwanul Muslimin di negara Mesir dalam rangka mendirikan sebuah negara islam Daulah Islamiyah.

Terlahir dan besar dalam keluarga cendekiawan, beliau merupakan anak dari Yusuf An-Nabhani seorang akademisi dan hakim Islam dan kakeknya Abu Al-Mahasin seorang hakim yang memiliki pengaruh di negara-negara Timur Tengah, memberikan kontribusi yang banyak dalam membentuk kepribadian Al-Nabhani. Al-Nabhani menyelesaikan studinya di Universitas Al-Azhar dan Universitas Darul Ulum di Kairo, Mesir pada yang juga merupakan tempat berkembangnya kemampuan Al-Nabhani dalam berdebat dan berdiskusi yang membuatnya bertemu dengan banyak aktivis gerakan Islam seperti Sayyid Qutb dari Ikhwanul Muslimin yang kemudian mengembangkan pemikiran beliau dalam memandang dampak dari westernisasi yang dilakukan Barat terhadap umat muslim khususnya masyarakat Palestina yang pada saat itu berada dalam pengaruh kolonialisme Inggris Hizbut Tahrir secara bahasa merupakan partai pembebasan sedangkan secara terminologi merupakan sebuah partai yang menghendaki adanya kemerdekaan atau pembebasan masyarakat dari adanya dampak buruk yang disebabkan oleh nilai-nilai budaya dari Barat terhadap akhlak, budaya dan moral masyarakat khususnya umat muslim terlebih dengan jatuhnya kekuasaan Ottoman di Turki yang merupakan kekuasaan kekhalifan terakhir yang semakin memperlemah komunitas umat muslim yang berbudaya dan berhukum Islam Sehingga beliau melalui Hizbut Tahrir bermaksud untuk membangun kembali Daulah Islamiyah.

Adapun kemunculan Hizbut Tahrir oleh Al-Nabhani juga dilatarbelakangi oleh beberapa faktor : a. Umat Islam mempelajari Islam dengan cara yang bertentangan dengan metode kajian dalam Islam dengan penafsiran yang keliru terhadap wahyu yang disampaikan oleh Allah swt. Upaya negara-negara Barat dalam menjatuhkan, memfitnah dan menceraiberaikan umat muslim dengan pengaruh mereka agar umat Islam tidak lagi berpegang teguh pada ajaran yang semula dan mengambil pelajaran darinya dalam menghadapi permasalahan dan mencari solusi dalam kehidupan.

Runtuhnya kekuasaan Islam dan keyakinan masyarakat terhadap Daulah Islamiyah yang menurun sebab tidak pernah merasakan atau menyaksikan pemerintahan yang Islam dengan adanya kolonialisme dan politik yang dilancarkan oleh negara-negara Barat sehingga pemerintahan yang semula berlandaskan pada hukum Islam tergantikan dengan sistem pemerintahan yang sekuler yang memisahkan permasalahan agama dengan urusan politik yang sifatnya duniawi. Hizbut Tahrir merupakan gerakan yang memiliki banyak jaringan yang bermunculan di berbagai negara yang dipandang oleh Al-Nabhani, pelopor HT sebagai sebuah keharusan agar dapat menyatukan umat muslim untuk kembali pada Islam yang sesungguhnya.

Hizbut Tahrir telah tersebar ke seluruh negara Arab di Timur Tengah, negara-negara di Eropa hingga wilayah Asia Tenggara17 yang dapat terlihat dalam gambar berikut Meski merupakan sebuah partai, Hizbut Tahrir Indonesia HTI memilih untuk tidak bergabung dengan partai-partai politik lainnya dalam pemilihan umum sebagaimana halnya gerakan-gerakan Islam lainnya di Indonesia yang juga menjadi pembeda HTI dengan gerakan lainnya seperti misalnya Ikhwanul Muslimin.

Hal tersebut dikarenakan, HTI menganggap bahwa sistem pemerintahan yang demokrasi seperti hari ini bertolak belakang dengan hukum- hukum syariah dalam islam dan lebih banyak dipengaruhi oleh paham-paham yang berasal dari Barat yang cenderung sekuler sebab mempercayai bahwa kedaulatan dan kekuasaan berada di tangan rakyat dan bukannya Tuhan YME.

Selain itu, pada awal-awal penyebarannya, HTI mengalami hambatan dengan adanya pembredelan yang dilakukan oleh rezim Soeharto terhadap pergerakan media massa dan organisasi kemasyarakatan. Sehingga dengan tidak bergabung dalam pemilihan umum merupakan upaya HTI untuk tetap dalam jalur yakni berkeyakinan pada pandangannya terhadap pemerintahan Indonesia.

Meski tidak bergabung dan melegalkan diri sebagai partai politik yang dapat ikut serta dalam pemilihan umum, aktifitas-aktifitas yang dilakukan oleh HTI pada dasarnya merupakan kegiatan yang bersfiat politik. Di Indonesia, HTI mengembangkan diri untuk menambah pengikut dan menyebarluaskan pahamnya dengan masuk ke dalam ranah pendidikan dengan membentuk halaqah jaringan belajar dan dauroh pelatihan sebagai metode penyebaran ajaran yang awalnya dilakukan dengan memasuki pusat maupun lembaga pendidikan hingga masjid melalui dakwah secara terbuka.

Namun pada era rezim Soeharto, untuk menghindari kecurigaan rezim terhadap tujuan yang berbau politis melalui intelejen yang banyak menyusupi kampus, maka HTI bergerak dalam unit yang lebih kecil yakni Lembaga Dakwah Kampus LDK. Indonesia merupakan negara yang menganut Pancasila sebagai dasar negara. Perbedaan cara pandang tersebut 21 Commins, hlm. HTI dianggap telah memicu runtuhnya persatuan dan kesatuan NKRI serta memicu terjadinya konflik dalam negeri dengan tujuannya yang dianggap radikal yakni mendirikan kekhalifan yang berlandaskan hukum syariah Islam dan bertentangan dengan Pancasila dan UUD yang mengakomodir masyarakat Indonesia yang heterogen yang diterangkan oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia, Wiranto dan Kepala Polisi Republik Indonesia, Tito Karnavian HTI juga diklaim tidak memiliki izin untuk melakukan aktifitas di tengah-tengah masyarakat karena tidak terdaftar sebagai ormas di Kementerian Dalam Negeri.

Hal tersebut kemudian memicu sejumlah reaksi dari pengikut HTI sendiri seperti juru bicara HTI, Ismail Yunanto dan sejumlah tokoh masyarakat seperti Felix Siauw yang mengganggap upaya pembubaran yang dilakukan pemerintah terhadap permasalahan ideologi tersebut membredel kebebasan masyarakat untuk berkeyakinan dan membentuk organisasi kemasyarakatan dalam era reformasi seperti yang tertera dalam Undang-Undang No.

Namun hingga saat ini pembubaran terhadap HTI oleh pemerintah Indonesia masih dalam proses hukum dan aktifitas-aktifitas dakwah HTI masih terus dilakukan. Meski memiliki konflik dengan pemerintah, hubungan HTI dengan masyarakat terjalin dengan baik karena tidak terdapat peristiwa kekerasan yang dilakukan baik oleh masyarakat di luar lingkup HTI maupun dari aktivis HTI sendiri.

Hal ini dikarenakan aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh HTI merupakan aktivitas-aktivitas dakwah dengan masyarakat yang berlangsung secara damai tanpa adanya kekerasan.

Salaf berupaya untuk mengembalikan kembali kehidupan yang sejati sebagaimana para Nabi pendahulu pada zamannya tidak seperti sekarang yang mana Islam telah dicemari oleh pengaruh budaya dan pemikiran Barat yang menimbulkan tindakan yang menyimpang dari agama Islam. Salafi pertama kali muncul dari sejak munculnya Islam itu sendiri di era kenabian khususnya di Arab Saudi. Hanya saja diperkirakan pada akhir abad ke- 18 banyak bermunculan ulama-ulama yang kemudian dilabeli sebagai seorang salafis yang berupaya melanggengkan ajaran dalam menerapkan syariah secara utuh dari adanya tradisi, tafsir, praktik keagamaan lokal dan pengaruh pandangan dan budaya Barat.

Meski terus mengalami bentuk yang berbeda dengan adanya generasi yang berbeda-beda, inti dari gerakan salafi tetap sama yakni upaya reformasi dan 25 Muhammaddin. Adapun tipologi pembarahuan salafi terbagi menjadi tiga yakni28 : a. Salafi revivalis modernis. Generasai salafi ini memiliki keprihatinan terhadap kemerosotan kehidupan umat muslim dengan adanya kepercayaan di luar kepada Allah swt dengan melaksanakan dakwah agar masyarakat meninggalkan pandangan dan kepercayaan di luar agama serta melaksanakan pembaharuan baik dengan cara damai maupun yang disertai dengan kekuatan bersenjata.

Salafi modernis klasik. Generasi ini berfokus pada pencarian solusi bagi permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat dengan mengembangkan baik konsep yang ada dalam Islam maupun yang datang dari Barat untuk diimplementasikan dalam kehidupan. Salafi Neo-revivalis. Generasi ini melakukan dakwahnya melalui gerakan- gerakan sosial dan politik yang terorganisir untuk menyeru umat muslim agar kembali kepada Islam yang sesungguhnya.

Salafi Neo-modernis. Generasi ini berupaya menafsirkan Islam dan mengimplementasikannya kembali sebagaimana yang terjadi di masa lalu dengan masa kini untuk memahami Islam secara lebih sistemik. Salafi bukanlah organisasi kemasyarakatan maupun jamaah khusus melainkan merupakan manhaj atau sebuah metode beragama yang kemudian berafiliasi dengan gerakan islam lainnya mulai dari gerakan yang berdakwah secara damai hingga gerakan yang ekstrim.

Adapun alasan yang menyebabkan salafi tidak berbentuk sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan, di dalam salafi dikhawatirkan akan terjadi loyalitas di atas gerakan jika memiliki struktur sebagaimana dalam organisasi kemasyarakatan maupun jamaah 27 Aden Rosadi. Manhaj Salafi bertujuan untuk mengatasi kemunduran umat yang disebabkan oleh pemahaman umat yang telah tercemar akibat pengaruh Barat dan menyebabkan kemunduran terhadap umat muslim.

Oleh karena itu, Manhaj Salafi berusaha untuk mengaplikasikan kembali ajaran yang telah diajarkan oleh para pendahulu para nabi dengan tidak mengubahnya puritinisasi Gerakan salafi bergerak dengan dakwah dengan pendidikan tarbiyah dan pemurnian tashfiyah. Maksudnya adalah pendidikan terhadap masyarakat mengenai nilai-nilai dan ide-ide dalam agama Islam serta mengembalikan ajaran agama Islam seperti pada saat zaman kenabian berlangsung di tengah umat muslim yang terkontaminasi dan keluar dari ajaran Islam yang sesugguhnya atau biasa disebut sebagai upaya pemurnian terhadap agama Islam dalam kehidupan umat muslim.

Pendekatan gerakan salafi pra-modern berfokus pada peneguhan terhadap tauhid, pembuktian kesesuaian antara wahyu dan akal serta menyangkal argumen mazhab yang terpengaruh oleh filsafat Barat. Sebagaimana gerakan salaf pra-modern neo-salafi , gerakan salaf modern juga memiliki kemiripan yakni berupaya untuk menyeru masyarakat untuk 29 Noorhadi Hasan, hlm.

Dalam salaf modern jugalah perhatian terhadap politik mulai tumbuh dengan kemunculan gerakan-gerakan sekuler yang mempersiapkan kemerdekaan yang kemudian menumbuhkembangkan salafi sebagai sebuah pemahaman ke dalam tubuh gerakan-gerakan Islam di dunia dalam melakukan aktifitas-aktifitas dakwahnya. Salafi mulai dikenal di Indonesia di awal tahun an yang penyebarannya dipahami oleh Jafar Umar Thalib yang gerakannya menekankan pada penegakkan terhadap syariah Islam dengan meneladani ajaran-ajaran nabi yang diharapkan nantinya masyarakat dengan sendirinya juga akan timbul pemahaman akan pentingnya pemerintahan yang dapat menegakkan ajaran-ajaran dalam Islam untuk meredam segala bentuk ketidakadilan yang dilakukan pemerintah yang berdampak pada hidup masyarakat secara keseluruhan Namun sebenarnya ajaran salafi sudah masuk ke Indonesia sejak era kolonial Belanda dengan adanya pengaruh para sarjana alumni Timur Tengah.

Hingga saat ini ajaran gerakan salafi telah bermunculan di wilayah Indonesia bagian Barat, Tengah dan juga Timur. Tujuan dari salafi adalah untuk menyatukan dan mengembalikan umat sebagaimana ajaran para nabi dan sahabatnya yang kini sudah banyak ditinggalkan oleh masyarakat melalui pendidikan dan juga dakwah yang untuk mewujudkannya didapatkan dari pendanaan yang bersumber dari dana sukarela anggota maupun simpatisan yang diterima oleh para salafis untuk mengembangkan dakwah selama tidak mengikat atau memiliki kepentingan- kepentingan tertentu yang dapat mempengaruhi pergerakan salafis.

Gerakan ini juga menekankan pentingnya untuk mengembalikan ajaran-ajaran Islam dalam gaya hidup masyarakat tanpa adanya unsur-unsur politis. Namun karena salafi bukanlah organisasi atau jamaah, maka unsur-unsur politis juga dapat mempengaruhi salafis dengan masuknya salafis dalam gerakan-gerakan Islam yang menekankan pentingnya pemurnian terhadap umat muslim dengan masuk dalam bidang politik di pemerintahan.

Salafis yang kemudian bergabung dengan gerakan islam lain yang bermuatan politis juga dilatarbelakangi oleh perbedaan interpretasinya dalam memandang keadaan sosial dan politik di sekitarnya yang kemudian membentuk dan menentukan tindakan yang diambil sebagai reaksi terhadap keadaan yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran dalam Islam. Reaksi tersebut dapat beragam baik berupa reaksi yang kemudian meningkatkan usaha dakwahnya dengan cara- cara damai dan bernegosiasi maupun kemudian yang bereaksi dengan cara-cara yang berdampak menimbulkan ketakutan dalam masyarakat.

Oleh karena itu, salafi dibagi menjadi tiga tipe yakni tipe puritan, politikus dan jihadis. Tipe puritan berfokus pada pengembangan dakwah yang mengutamakan perdamaian yang diwujudkan dengan upaya pendidikan dan pemurnian terhadap nilai-nilai agama Islam dalam umat muslim modern.

Tipe politikus berupaya untuk mengimpelemntasikan akidah salafi dalam tataran politik yang dianggap sebagai bagian penting yang memiliki dampak terhadap kehidupan sosial dan mempercayai bahwa hanya Allah swt yang memiliki kekuasaan tertinggi sedangkan tipe jihadis mempercayai bahwa keadaan yang disebabkan oleh pemerintahan saat ini seperti ketidakadilan, kemiskinan dan permasalahan sosial lainnya membutuhkan solusi yang dianggap oleh mereka dapat diselesaikan dengan berjuang melawan penyebab dari timbulnya permasalahan tersebut dengan keabsahan melakukan kekerasan dan kemudian melakukan sebuah revolusi Namun konflik antara salafi dengan pemerintah lainnya tidak mengatasnamakan salafi secara nyata namun lebih kepada gerakan islam yang diikuti dalam rangka mendirikan negara Islam.

Hanya saja konflik dengan masyarakat sendiri berasal dari ketidakpahaman masyarakat sendiri terhadap ajaran-ajaran yang berusaha disebarkan oleh salafi sehingga seringkali oleh kepentingan pihak-pihak tertentu tidak disenangi dan akhirnya menimbulkan pelabelan negatif terhadap salafi misalnya dengan melabeli salafi sebagai sebuah ajaran yang ekstrimis karena sering dikaitkan dengan gerakan wahabi yang mengatasnamakan salafi Masyarakat telah salah memahami tanpa mengetahui bahwa salafi sebenarnya mengajarkan kepada kebaikan bagi umat yakni untuk kembali menjalani kehidupan dengan berdasarkan nilai-nilai, budaya dan juga hukum- hukum dalam Islam dengan tidak mencampuradukkannya dengan budaya atau tradisi lokal serta pengaruh ide maupun nilai-nilai yang Barat yang berasal dari luar agama Islam khususnya gerakan islam lain dalam memandang keberadaan salafi.

Misalnya masuknya salafi dalam bidang pendidikan secara otomatis berdampak pada banyaknya terdapat yayasan dan pusat atau lembaga pembelajaran seperti pondok pesantren yang didirikan dan kemudian memunculkan permasalahan dengan gerakan Nahdathul Ulama yang bertentangan dengan konstituennya Keduanya juga saling tuding menuding ajaran yang disebarkan pada masyarakat merupakan ajaran yang mengarah kepada kesesatan. Namun sebenarnya apabila kedua gerakan mencoba untuk dapat saling memahami tujuannya yang sama yakni ingin menegakkan Islam meski dengan metode yang berbeda, maka pergolakan antar keduanya tidak akan pernah terjadi.

Namun yang membedakan keduanya adalah Deobandi terdiri dari para cendekiawan sedangkan Jamaah Tabligh didominasi oleh para aktivis yang mengupayakan transformasi umat muslim dari pengaruh di luar Islam untuk kemudian menerapkan Islam secara utuh. Tablig memiliki arti menyampaikan ajaran agama36 sehingga Jamaah Tabligh merupakan sekumpulan orang yang berupaya untuk menyampaikan ajaran-ajaran agama agar dapat diimplementasikan dalam menjalani kehidupan.

Kemunculan Jamaah Tabligh JT juga dilatarbelakangi oleh kekhawatiran Kandhalawi terhadap keadaan umat muslim di India yang menurutnya telah keluar dari ajaran Islam yang sesungguhnya dengan adanya pengaruh dari kolonialis dan pengaruh ajaran agama Hindu yang pada waktu itu juga berkembang di India untuk melawan kolonialisme pada awal kemunculan JT. Dengan adanya upaya pemurnian yang dilakukan Kandhalawi melalui JT, menimbulkan konflik dengan gerakan Hindu karena dianggap berupaya melenyapkan dan melemahkan kekuatan gerakan Hindu sendiri.

Oleh sebab itu, JT kemudian memilih untuk berdakwah dengan cara yang damai dan memilih untuk tidak terjun dalam urusan politik untuk menghindari konfrontasi dengan gerakan Hindu dan Kristen.

BIRT VIEWER URL PDF

Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia

Riffat Hasan menawarkan jalan yang menarik untuk menjelaskannya, karena fundamentalisme Islam semestinya tentang Islam fundamental, jawaban dari apakan fundamentalisme Islam baik atau buruk didasarkan pada apakah fundamental itu baik? Islam transnasional merupakan sebuah gerakan Islam yang bergerak di lintas dunia. Transnasional adalah nama lain dari istilah Globalized globalisasi Islam, fundamentalisme, Islam kanan, dan Islam radikal. Gerakan Islam transnasional merupakan pola gerakan Islam yang mondial yang hendak membenamkan cita-cita Islam di pelbagai dunia. Sedangkan definisi fundamentalisme yang lebih menekankan kepada kewajiban kembali kepada prinsip-prinsip fundamental sebagaimana telah dibincangkan oleh kalangan sarjana, seperti Musa Kailani, Jan Hjarpe dan Leonard Binder. Pendapat Musa Kailani di dalam karyanya mengartikan fundamentalisme sebagai gerakan sosial keagamaan yang mengajak umat Islam kembali pada prinsip-prinsip Islam yang fundamental dan kembali pada kemurnian etika dengan cara mengintegrasikan prinsip fundamental tersebut secara positif berdasarkan doktrin agama.

BELFAGOR MACHIAVELLI PDF

Strategi dan Ancaman Gerakan Islam Transnasional

Diposting oleh Unknown di Hasyim Muzadi, sejak pertengahan silam. Istilah itu merujuk pada ideologi keagamaan lintas negara yang sengaja dimpor dari luar dan dikembangkan di Indonesia. Menariknya, ideologi ini menurut Hasyim Muzadi bukan hanya datang dari Timur Tengah, tapi juga dari Barat.

GE IC200ALG240 PDF

Landasan Teologis Gerakan Islam Transnasional

Kita tentu harus memahami stratagi-strategi dan cara yang dilakukan olehnya. Mereka menggunakan strategi kamuflase tersebut untuk mengelabui umat Islam tanah air supaya lebih mudah bersimpati dan mau masuk ke dalam ajaran-ajaran Islam konservatif yang mereka bawa. Strategi kamuflase tersebut mula-mula dilakukan dengan cara melakukan infiltrasi halus ke dalam ormas Islam yang moderat : NU dan Muhammadiyah. Abdurrahman Wahid yang berjudul Ilusi Negara Islam menjelaskan secara detail bentuk infiltrasi halus yang dilakukan oleh kelompok Islam transnasionalis yang meliputi, Salafi-Wahabi, Ikhwanul Muslimin tarbiyah , dan Hizbut Tahrir Indonesia HTI ke dalam organisasi Islam moderat di Indonesia yang dilakukan sejak awal masa reformasi. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa kelompok Islam transnasionalis yang ekstrem mulai mengokupasi kegiatan masjid yang sebelumnya adalah masjid dengan jamaah dan kultur amaliyah NU. Mula-mula takmir masjid NU tersebut simpati dengan semangat ibadah anak-anak muda agen kaum Islam transnasionalis tersebut.

BILLY ASHBAUGH PDF

Ini Gerakan Islam Transnasional di Indonesia, Anda Pilih yang Mana ?

Beliau menyelesaikan studinya di Universitas Darul Ulum di Mesir pada dan menjadi seorang guru pada era kolonialisasi Inggris yang mengawali terbentuknya upaya untuk membentuk gerakan yang menentang westernisasi yang kemudian dinamakan Ikhwanul Muslimin. Adapun jaringan gerakan IM dapat terlihat seperti dalam gambar berikut2. VI, No. Perbaikan terhadap diri sendiri dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah swt, menambah wawasan untuk urusan dunia dan akhirat. Membentuk keluarga yang islami yakni dengan mendidik istri dan anak- anak, membiasakan dan membimbing setiap anggota keluarga agar menegakkan prinsip-prinsip Islam.

Related Articles