DEFINISI UROLITHIASIS PDF

Nigor Obstructive uropathy — Wikipedia Kidney stones may be common in premature infants. Hammer Mill Mesin Penghancur final projek pol definisi stone crusher, uremia definition of uremi. Bartter syndrome is also an autosomal recessive hypokalemic metabolic alkalosis, but it derives from a mutation to the NKCC2 found in the thick ascending limb of the loop of Henle. Stone crushers are also called rock definsii, which are essential equipments in mining crushing process. Sign up today for articles, videos, conference highlights and abstracts from peer-review publications by disease and condition delivered to your inbox and read on deginisi go.

Author:Najin Dilmaran
Country:Zimbabwe
Language:English (Spanish)
Genre:Politics
Published (Last):4 July 2013
Pages:14
PDF File Size:8.24 Mb
ePub File Size:3.5 Mb
ISBN:282-6-80205-484-1
Downloads:61940
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mishakar



Definisi Urolithiasis atau batu saluran kemih merupakan suatu penyakit yang sudah lama ditemukan. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, laki-laki memiliki risiko lebih besar dari pada wanita hal ini dikarenakan panjang uretra laki-laki lebih panjang dari wanita yaitu ,5 cm dan untuk wanita 2,,5 cm Suharyanto dan Madjid, Urolithiasis adalah terbentuknya batu kalkulus dimana saja pada sistem penyalur urine, tatapi batu pada umumnya terbentuk di ginjal.

Batu mungkin terbentuk tanpa menimbulkan gejala atau kerusakan ginjal yang bermakna, hal ini terutama pada batu besar yang tersangkut pada pelvis ginjal. Makna klinis batu terletak pada kapasitasnya menghambat aliran urin atau menimbulkan trauma yang menyababkan ulserasi dan perdarahan, pada kedua kasus ini terjadi peningkatan predisposisi infeksi bakteri Robbins, cit Wijaya dan Putri, : Sedangkan menurut Nursalam 65 menyebutkan bahwa urolithiasis merujuk pada adanya batu dalam sistem perkemihan.

Toto Suharyanto dan Abdul Madjid menjelaskan bahwa urolithiasis adalah suatu keadaan terbentuknya batu pada ginjal dan saluran kemih. Batu dapat ditemukan disetiap bagian ginjal sampai ke kandung kemih dan ukurannya bervariasi dari deposit granuler kecil, yang disebut pasir atau kerikil, sampai batu sebesar kandung kemih yang berwarna orange. Bahan-bahan yang dapat menjadikan batu saluran kemih meliputi : 1.

Kalsium fosfat atau oxalate, 2. Purine derivative, 3. Amonium fosfat magnesium struvite 4. Cystein, 5. Kombinasi dari materi diatas, dan 6. Obat atau racun phenytoin, triamterene Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa urolithiasis merupakan suatu penyakit yang mengenai sistem perkemihan yaitu adanya batu.

Meskipun laki-laki mempunyai risiko lebih besar tetapi bukan berarti wanita terbebas dari penyakit tersebut. Etiologi Pada kebanyakan penderita batu saluran kemih tidak ditemukan penyebab yang jelas idiopatik , akan tetapi ada beberapa faktor-faktor yang berperan pada pembentukan batu saluran kemih, dapat dibagi atas ; 1.

Faktor endogen ; seperti faktor genetic-familial pada hipersistiuria, hiperkalsiuria primer dan hiperoksaluria primer. Faktor eksogen ; seperti faktor lingkungan, pekerjaan, makanan, infeksi, dan kejenuhan mineral dalam air minum. Patogenesis dan patofisiologi. Manifestasi Klinis Tanda dan gejala penyakit urolithiasis sangat ditentukan oleh letaknya, besarnya, dan morfologinya. Walaupun demikian penyakit ini mempunyai tanda dan gejala yang umum yaitu hematuria, dan bila disertai infeksi saluran kemih dapat juga ditemukan kelainan endapan urin bahkan mungkin demam atau tanda sistemik lainnya.

Gejala dan tanda yang utama dari adanya batu ginjal atau uretra adalah serangan nyeri hebat yang tiba-tiba dan tajam.

Berdasarkan bagian organ yang terkena nyeri ini disebut kolik ureter atau kolik renal. Kolik renal terasa di regio lumbal menyebar ke samping dan ke belakang menuju daerah testis pada laki-laki dan kandung kencing pada wanita. Kolik uretra terasa nyeri di sekitar genitalia dan sekitarnya. Saat nyeri ditemukan mual, muntah, pucat, berkeringat, dan cemas serta sering kencing. Nyeri dapat berakhir beberapa menit hingga beberapa hari.

Nyeri dapat terjadi intermiten yang menunjukan batu berpindah-pindah. Nyeri yang disebabkan oleh batu pada ginjal tidak selalu berat dan menyebabkan kolik kadang-kadang terasa nyeri tumpul atau terasa berat. Batu pelvis ginjal Tanda dan gejala yang ditemui adalah : a. Nyeri di daerah pinggang sisi atau sudut kostevertebral , dapat dalam bentuk pegal hingga kolik atau nyeri yang terus-menerus dan hebat karena adanya pielonefritis.

Pada pemeriksaan fisik mungkin kelainan sama sekali tidak ada, sampai mungkin terabanya ginjal yang membesar akibat adanya hidronefrosis. Nyeri dapat berupa nyeri tekan atau ketok pada daerah arkus kosta pada sisi ginjal yang terkena. Batu nampak pada pemeriksaan pencitraan. Gangguan fungsi ginjal.

Pernah mengeluarkan batu kecil saat kencing. Batu ureter a. Kolik, yaitu nyeri yang hilang timbul disertai perasaan mual dengan atau tanpa muntah. Nyeri alih yang khas ke regio inguinal. Perut kembung ileus paralitik. Batu kandung kemih a. Karena batu menghalangi aliran air kemih akibat penutupan leher kandung kemih, maka aliran yang mula-mula lancar secara tiba-tiba akan terhenti dan menetes disertai dengan rasa nyeri. Pada anak, menyebabkan anak tersebut menarik penisnya waktu BAK sehingga tidak jarang terlihat penis yang sedikit panjang.

Bila terjadi infeksi sekunder, maka selain nyeri sewaktu miksi juga terdapat nyeri menetap suprapubik. Batu prostat Pada umumnya batu prostat juga berasal dari air kemih yang secara retrograd.

Batu uretra Batu uretra umumnya merupakan batu yang berasal dari ureter atau kandung kemih yang oleh aliran kemih sewaktu miksi terbawa ke uretra, tetapi menyangkut di tempat yang agak lebar. Gejala yang ditimbulkan umumnya sewaktu miksi tiba-tiba terhenti, menjadi menetes dan nyeri. Penyulitnya dapat berupa terjadinya di vertikel, abses, fistel proksimal, dan uremia karena obstruksi urin.

Patofisiologi Sebagian besar batu saluran kencing adalah idiopatik dan dapat bersifat simtomatik ataupun asimtomatik. Ada beberapa teori terbentuknya batu, yaitu ; 1. Teori inti matriks Terbentuknya batu saluran kencing memerlukan adanya substansia organik sebagai inti. Substansia organik ini terutama terdiri mukopolisakarida dan mukoprotein A yang akan mempermudah kristalisasi dan agregasi substansi pembentuk batu. Teori supersaturasi Terjadi kejenuhan substansi pembentuk batu dalam urin seperti sistin, santin, asam urat, kalsium oksalat akan mempermudah terbentuknya batu.

Teori presipitasi kristalisasi Perubahan pH akan mempengaruhi solubilitas substansi dalam urin. Pada urin yang bersifat asam akan mengendap sistin, santin, asam dan garam urat, sedangkan pada urin yang alkali akan mengendap garam-garam fosfat. Teori berkurangnya faktor penghambat Berkurangnya faktor penghambat, seperti ; peptid fosfat, pirofosfat, polifosfat, sitrat, magnesium, asam mukopolisakarid akan mempermudah terbentuknya batu saluran kencing. Faktor lain terutama faktor eksogen dan lingkungan diduga ikut mempengaruhi kalkugenesis, antara lain ; a.

Infeksi Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan nekrosis jaringan ginjal dan akan menjadi inti pembentukan batu saluran kemih. Infeksi oleh bakteri yang memecah ureum dan membentuk amonium akan mengubah pH urin menjadi alkali dan mengendapkan garam-garam fosfat.

Obstruksi dan stasis urin Adanya obstruksi dan stasis urin akan mempermudah terjadi infeksi. Jenis kelamin Data menunjukkan bahwa batu saluran kencing lebih banyak ditemukan pada pria. Ratio pria dan wanita yang mengalami urolithiasis adalah 4 : 1. Ras Batu saluran kemih lebih sering ditemukan di Afrika, dan Asia. Di Amerika Serikat, anak-anak berkulit putih sering terkena urolithiasis dibandingkan dengan anak kulit hitam.

Keturunan Anggota keluarga yang menderita batu saluran kemih lebih banyak mempunyai kesempatan untuk menderita batu saluran kemih dari pada yang lain. Air minum Memperbanyak diuresis dengan cara banyak minum akan mengurangi kemungkinan terjadinya batu, sedangkan bila kurang minum menyebabkan kadar semua substansi dalam urin akan meningkat dan akan mempermudah pembentukan batu. Kejenuhan air yang diminum sesuai dengan kadar mineralnya terutama kalsium dipekirakan mempengaruhi terbentuknya batu saluran kemih.

Pekerjaan Pekerja-pekerja keras yang banyak bergerak misalnya buruh dan petani akan mengurangi kemungkinan terjadinya batu saluran kemih dari pada pekerja yang banyak duduk. Makanan Pada orang yang banyak mengkonsumsi protein hewani angka mordibitas batu saluran kemih berkurang. Penduduk vegetarian yang kurang makan putih telur lebih sering menderita batu saluran kemih.

Suhu Tempat yang bersuhu panas, misalnya daerah tropis, menyebabkan banyak mengeluarkan keringat, akan mengurangi produksi urin dan mempermudah pembentukan batu saluran kemih. Selain oleh kelainan bawaan atau cidera, keadaan patologik dapat disebabkan oleh infeksi, pembentukan batu di saluran kemih, dan tumor.

Keadaan tersebut sering menyebabkan bendungan karena hambatan pengeluaran urin. Infeksi, trauma, dan tumor dapat menyebabkan penyempitan atau striktur uretra sehingga terjadi bendungan dan stasis yang memudahkan infeksi.

Lingkungan stasis dan infeksi memungkinkan terbentuknya batu yang juga menyebabkan bendungan dan memudahkan infeksi karena bersifat sebagai benda asing.

Infeksi biasanya meluas, misalnya sistitis menyebabkan penyulit berupa vesikulitis, epididimitis, bahkan sampai orkitis. Stasis urin, urolithiasis, dan infeksi saluran kemih merupakan peristiwa yang saling mempengaruhi. Secara berantai saling memicu, saling memberatkan dan saling mempersulit penyembuhan. Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Carpenito, Lynda Juall. Buku Saku Diagnosa Keperawatan.

Doenges E. Rencana Asuhan Keperawatan. Keperawatan Kritis, Pendekatan Holistik. Edisi VI. Volume II. Pearce, Evelyn C. Anatomi Fisiologi untuk Paramedis. Penerbit PT Gramedia : Jakarta. Weller, Barbara F. Kamus Saku Perawat. Edisi Terima kasih telah berkunjung ke Blog konsep medis urolitiasis semoga bermanfaat.

TODO MODO SCIASCIA PDF

DEFINISI UROLITHIASIS PDF

Definisi Urolithiasis atau batu saluran kemih merupakan suatu penyakit yang sudah lama ditemukan. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, laki-laki memiliki risiko lebih besar dari pada wanita hal ini dikarenakan panjang uretra laki-laki lebih panjang dari wanita yaitu ,5 cm dan untuk wanita 2,,5 cm Suharyanto dan Madjid, Urolithiasis adalah terbentuknya batu kalkulus dimana saja pada sistem penyalur urine, tatapi batu pada umumnya terbentuk di ginjal. Batu mungkin terbentuk tanpa menimbulkan gejala atau kerusakan ginjal yang bermakna, hal ini terutama pada batu besar yang tersangkut pada pelvis ginjal.

GEORG TRAKL POEMAS PDF

Symptoms, less likely in chronic obstruction, are pain radiating to the T11 to T12 dermatomesanurianocturiaor polyuria. Definisi Stone Crusher Uremia Definition Our staff shall wholeheartedly provide product information, application knowledge and good service for you. Sharp, clear architectural definition is easier to achieve, with less worry about inplace integrity. The crushing of a stone in the renal pelvis, Process of crushing a stone in the urinary tract. A Selected Chronological Bibliography of Biology and Uremic toxins definition of Uremic toxins by Medical A model of transport mechanisms in the distal convoluted tubule. About this definition was superseded when a committee of the British Millions of tons of stone are crushed annually for use as constructionstate in Hardin and Pope Counties to initially obtain galena lead ore and later fluorite.

ALEKSANDER OMILJANOWICZ PDF

Konsep Dasar Urolitiasis 1. Selain itu dapat menyebabkan nyeri yang luar biasa dan ketidaknyamanan smeltzer: Urolitiasis adalah adanya batu dan kalkulus dalam system urinarius. Batu tersebut dibentuk dari kristialisasi larutan urine kalsium oksalat, asam urat, kalsium fosfat, struvit dan sistin sandra m netinna:

DEAD BEAT GALVANOMETER PDF

Untuk mengetahui definisi dari Urolithiasis 2. Untuk mengetahui Klasifikasi dari Urolithiasis 3. Untuk mengetahui etiologi dari Urolithiasis 4. Untuk mengetahui manifestasi klinis dari Urolithiasis 5. Untuk mengetahui pemeriksaan diagnostic dari Urolithiasis 6.

Related Articles