BETERNAK SAPI PERAH PDF

Harga Sapi Brhman Seluruh bagian kandang dan peralatan yang sudah digunakan diharuskan disuci terlebih dahulu dengan desinfektan, seperti creolin, lysol, dan bahan-bahan lainnya. Sementara calon induk yang baik antara lain: Berasal dari induk yang menghasilkan air susu tinggi, Kepala dan leher sedikit panjang, pundak tajam, badan lumayan panjang, punggung dan pinggul rata, dada dalam dan pinggul lebar, Jarak antara kedua kaki belakang dan kedua kaki depan lumayan lebar, Pertumbuhan ambing dan puting baik, jumlah puting kurang dari 4 dan letaknya simetris, dan sehat dan tak cacat. Untuk Pejantan yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut: Umur kurang lebih tahun, Mempunyai kesuburan tinggi, Daya menurunkan sifat produksi yang tinggi terhadap anak-anaknya, Berasal dari induk dan pejantan yang baik Besar badannya sesuai dengan umur, kuat, dan mempunyai sifat-sifat pejantan yang baik, Kepala lebar, leher besar, pinggang lebar, punggung kuat,muka sedikit panjang, pundak sedikit tajam dan lebar,paha rata dan cukup terpisah Dada lebar dan jarak antara tulang rusuknya lumayan lebar,badan panjang, dada dalam, lingkar dada dan lingkar perut besar, dan sehat, Terhindar dari penyakit menular dan tak menurunkan cacat pada keturunannya. Prosedur: Pemilihan Bibit dan Calon Induk Untuk mengejar produktivitas ternak yang tinggi, diperlukan pembetulan lingkungan hidup dan peningkatan mutu genetik ternak yang bersangkutan. Bibit yang baru datang harus dikarantina terlebih dahulu untuk penularan penyakit.

Author:Vudocage Mazukinos
Country:Hungary
Language:English (Spanish)
Genre:Travel
Published (Last):27 January 2016
Pages:175
PDF File Size:3.62 Mb
ePub File Size:17.82 Mb
ISBN:417-8-65760-358-4
Downloads:62378
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Fenrikinos



Setelah kita tahu jenis sapi serta bakalan yang akan dipelihara, maka langkah selanjutnya adalah memulai mengerjakan kandang untuk sapi-sapi tersebut. Kandang sapi lazimnya memiliki dua tipe, yaitu kandang individu dan kandang kelompok. Pada kandang individu, setiap satu ekor sapi menempati tempatnya sendiri dengan berukuran 2,5 X 1,5 m. Tipe kandang individu ini dapat memacu pertumbuhan sapi lebih pesat, karena tidak terjadi persaingan dalam mendapatkan pakan serta memiliki ruang gerak terbatas.

Ruang gerak yang terbatas ini mengakibatkan energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok, disamping itu produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. Untuk kandang kelompok, bakalan sapi dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang. Seekor sapi dalam kandang kelompok ini akan memiliki kelemahan yaitu terjadi persaingan dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat akan cepat tumbuh daripada yang lemah, karena tentunya akan lebih banyak mendapatkan pakan.

Hal yang penting juga dalam cara beternak sapi adalah masalah pakan. Pakan menjadi factor utama dalam program pengemukan. Berdasarkan beberapa referensi keilmuan dari sisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi digolongkan hewan ruminansia.

Hewan ruminansia adalah hewan yan pencernaannya melalui tiga proses, yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah saliva , secara fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen.

Untuk keberhasilan beternak sapi khususnya penggemukan masalah pakan harus diperhatikan. Jenis pakan sapi ada dua yaitu hijauan dan kombinasi pakan hijauan dengan konsentrat. Pakan hijauan pakan yang paling mudah di dapatkan dan murah. Akan tetapi sapi yang hanya di kasih pakan hijauan ini kurang memberikan hasil yang optimal dalam penggemukan. Akan membutuhkan waktu yang relative lama apabila sapi hanya di kasih hijauan saja. Salah satu cara untuk mempercepat penggemukan adalah dengan memberikan pakan kombinasi yaitu kombinasi antara hijauan dengan kosnentrat.

Konsentrat tersebut diantaranya adalah ampas tahu,ampas tebu,ampas bir,kulit biji kedelai,bekatul,kulit nanas dan konsentrat yang dibuat oleh pabrik pakan. Caranya adalah konsentrat yang ada diberikan terlebih dahulu gunak memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan. Hewan yang sehat dari penyakit akan memberian hsasil atau keuntungan yang optimal. Dalam hal kesehatan dan pengendalian penyakit prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati itu lebih utama.

Karena apa? Hewan atau sapi yang sakit tentunya akan membutuhkan obat-obatan dan biaya produksi tambahan. Usaha pencegahan untuk menjaga kesehatan sapi dapat dilakukan hal berikut : Pemanfaatan kandang karantina. Kandang karantina adalah kandang pemisahan tersendiri sebelum sapi-sapi dijadikan satu bersama di kandang individu atau kelompok. Bakalan sapi yang baru bagusnya dikarantina pada suatu kandang terpisah. Karantina ini bertujuan untuk memantau ada tidaknya gejala penyakit tertentu yang tidak diketahui pada saat pembelian.

Disamping itu juga untuk penyesuaian sapi terhadap lingkungan kandang yang baru. Saat sapi dikarantina, sebaiknya diberi obat cacing. Menurut penelitian sebagian besar sapi di Indonesia itu cacingan,terutama sapi rakyat.

Penyakit cacingan memang tidak mematikan. Akan tetapi akan mengurangi kecepatan pertambahan berat badan ketika digemukkan. Waktu mengkarantina bakalan sapi adalah satu minggu untuk sapi yang sehat. Pada sapi yang sakit sapi baru akan dikeluarkan setelah sapi sehat. Kandang karantina selain untuk sapi baru juga digunakan untuk memisahkan sapi lama yang menderita sakit agar tidak menular kepada sapi lain yang sehat. Menjaga kebersihan sapi bakalan dan kandangnya.

Menjaga kebersihan sapi bakalan dan kandangnya juga harus mendapatkan perhatian yang serius. Beternak sapi dengan cara penggemukan ini mempunyai resiko yaitu sapi akan mengeluarkan kotoran lebih banyak. Karena pemeliharaan secara intensif,pakan yang banyak maka kotoran sapi pun akan banyak juga. Kebersihan sapi dan kandang harus sama-sama dilakukan supaya terhindar dari penyakit.

Vaksinasi untuk bakalan baru. Pemberian vaksin kepada bakalan sapi baru dapat dilakukan pada saat sapi berada di kandang karantina saja.

Vaksinasi yang penting dan utama dalam cara beternak sapi potong adalah vaksinasi Anthrax. Beberapa faktor yang mempengaruhi produksi daging sapi adalah : Pakan.

Pakan yang berkualitas dan dalam jumlah yang optimal akan berpengaruh baik terhadap kualitas daging. Faktor Genetik. Ternak dengan kualitas genetik atau keturunan yang baik akan tumbuh dengan baik atau cepat sehingga produksi daging menjadi lebih banyak. Jenis Kelamin. Hewan ternak sapi jantan tumbuh lebih cepat daripada hewan ternak sapi betina.

Pemeliharaan dengan manajemen yang baik membuat hewan ternak sapi tumbuh dengan sehat dan cepat membentuk daging.

LA VALKIRIAS PAULO COELHO PDF

8 Jenis Sapi Perah : Panduan Beternak Sapi Perah

Memiliki warna belang hitam putih Terdapat warna putih berbentuk segitiga pada dahinya Kaki, ekor, dada dan perut bagian bawah berwarna putih Memiliki tanduk kecil yang pendek dan bentuknya menjurus ke depan Sifat-sifat: Memiliki sifat yang tenang, jinak sehingga mudah untuk dipelihara Meskipun tergolong mudah beradaptasi dengan lingkungan, sapi tidak tahan terhadap suhu yang panas Memiliki tahapan pertumbuhan menjadi dewasa termasuk lambat Produksi susu: — liter per satu masa laktasi Berat badan sapi : Jantan dapat mencapai kg, betina: kg. Sapi Friesian Holland disingkat FH merupakan sapi yang didatangkan oleh bangsa Belanda dimasa penjajahan. Bangsa Belanda merasa memiliki kepentingan untuk mendatangkan sapi ini ke Indonesia untuk memenuhi kebutuhan minum sapi oleh bangsa Belanda saat itu karena di Indonesia tidak terdapat Jenis sapi perah. Baca Juga: 5 Teknik Penggemukan Sapi Oleh karena itu tidak heran jika populasi sapi perah Friesian Holland ini cukup tinggi perseberannya di Indonesia. Bisa dibilang persebaran sapi FH ini paling tinggi sehingga para peternak lokal melakukan perkawinan silang dengan sapi lokal Ongole yang menghasilkan sapi Grati. Jenis sapi perah FH memiliki nama lain yaitu Friesian Holstein. Penyebutan Holstein ini banyak dilakukan oleh peternak yang berasal dari Amerika Serikat.

IMAMIN MANKEN KIZI PDF

20 Cara Beternak Sapi Perah untuk Pemula dan Profesional

Dalam pemeliharaan sapi perah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : 1. Seleksi Bibit Jenis sapi perah yang biasa dipelihara adalah sapi FH Fries Holland dengan ciri-ciri sebagai berikut : - Warna bulu putih dengan bercak hitam. Pakan Pakan sapi perah umumnya dibagi tiga : a. Hijauan : - Rumput - rumputan : Rumput gajah Pennisetum purpureum , Rumput Raja King grass , setaria, benggala Pennisetum maximum , rumput lapang dan BD Brachiaria decumbens , - Kacang-kacangan : Lamtoro, turi, gamal Dedak, bunkil kelapa, bungkil kacang tanah, jagung kedelai. Limbah pertanian : Jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, dll. Kesehatan Hewan Beberapa penyakit yang sering menyerang sapi perah antara lain: a. Pencegahan : Kebersihan kandang terutama pada lantai Pengobatan : Antibiotik seperti pennicilin, Terramycin dll.

EDISON EX1 PDF

Setelah kita tahu jenis sapi serta bakalan yang akan dipelihara, maka langkah selanjutnya adalah memulai mengerjakan kandang untuk sapi-sapi tersebut. Kandang sapi lazimnya memiliki dua tipe, yaitu kandang individu dan kandang kelompok. Pada kandang individu, setiap satu ekor sapi menempati tempatnya sendiri dengan berukuran 2,5 X 1,5 m. Tipe kandang individu ini dapat memacu pertumbuhan sapi lebih pesat, karena tidak terjadi persaingan dalam mendapatkan pakan serta memiliki ruang gerak terbatas. Ruang gerak yang terbatas ini mengakibatkan energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok, disamping itu produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. Untuk kandang kelompok, bakalan sapi dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang.

Related Articles